SUMENEP – Peringatan Hari Santri 2026 di Sumenep tidak akan berlangsung hanya dalam satu hari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyiapkan rangkaian kegiatan sepanjang Oktober 2026 yang memadukan agenda keagamaan, pendidikan, seni, kreativitas santri, hingga penguatan kemandirian pesantren dan UMKM.
Mengacu pada poster resmi rangkaian kegiatan yang beredar, sejumlah agenda menarik telah disiapkan mulai 1 Oktober hingga 24 Oktober 2026. Masyarakat tidak hanya akan disuguhi seremoni Hari Santri, tetapi juga berbagai lomba dan kegiatan yang melibatkan santri serta masyarakat secara lebih luas.
Rangkaian tersebut mengusung semangat “Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya” sebagaimana tercantum dalam materi publikasi PCNU Sumenep.
Sementara itu, secara nasional, Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Di Sumenep, peringatan tersebut dikemas lebih panjang dengan sejumlah agenda yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Kick Off Hari Santri 2026 Dibuka Bersama Gus Firjaun
Rangkaian Hari Santri 2026 Sumenep dijadwalkan dimulai pada 1 Oktober 2026 melalui Kick Off Hari Santri 2026.
Acara tersebut menghadirkan Gus Firjaun, Pj Ketua PWNU Jawa Timur, dan berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep.
Kick off menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Hari Santri di Kabupaten Sumenep. Agenda ini juga telah berlangsung dan menjadi momentum bagi PCNU Sumenep untuk mengajak berbagai elemen memperkuat sinergi antara pesantren, NU, pemerintah dan masyarakat.
Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim dalam sambutannya mengajak seluruh elemen tersebut memperkuat kekompakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.
Dengan dimulainya kick off pada awal Oktober, suasana peringatan Hari Santri di Sumenep dipastikan tidak berhenti pada seremoni 22 Oktober saja.
Santri Bershalawat Bersama Gus Kautsar
Salah satu agenda yang berpotensi menjadi magnet perhatian masyarakat adalah Santri Bershalawat bersama Gus Kautsar.
Kegiatan ini dijadwalkan pada 6 Oktober 2026 dan berlokasi di depan Labang Mesem Sumenep.
Lokasi tersebut menjadi salah satu ruang publik yang kerap menjadi titik kegiatan masyarakat di pusat Kota Sumenep. Kehadiran agenda shalawat di ruang terbuka juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut merasakan kemeriahan Hari Santri Nasional 2026.
Selain menjadi kegiatan keagamaan, Santri Bershalawat dapat menjadi ruang silaturahmi antara santri, pengasuh pesantren, warga NU dan masyarakat umum.
Kompetisi Keilmuan Santri Mulai Digelar Pertengahan Oktober
Memasuki pertengahan Oktober, rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 Sumenep akan semakin padat.
Pada 17 Oktober 2026, dijadwalkan berlangsung Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK). Kegiatan tersebut mengambil lokasi di Aula Al-Ikhlas Kemenag dan MAN Sumenep.
MQK menjadi salah satu agenda yang menonjolkan tradisi keilmuan pesantren. Para peserta akan mendapat ruang untuk memperlihatkan kemampuan dalam membaca dan memahami khazanah kitab yang menjadi bagian penting dari pendidikan pesantren.
Sehari kemudian, tepatnya 18 Oktober 2026, terdapat dua agenda sekaligus. Pertama adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dijadwalkan berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep.
Pada tanggal yang sama juga digelar Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) di Aula Kemenag Sumenep.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa acara Hari Santri 2026 di Sumenep tidak hanya mengedepankan hiburan, tetapi juga memberikan ruang besar untuk kemampuan akademik dan keagamaan santri.
Kreativitas Santri Tak Kalah Menarik
Hal menarik lainnya adalah adanya lomba yang menyasar kemampuan kreatif generasi muda.
Panitia mencantumkan Lomba Film Pendek Santri & Cerpen Santri yang dilaksanakan secara daring pada 1–22 Oktober 2026. Peserta dapat mengirimkan karya melalui email sesuai mekanisme yang ditentukan panitia.
Selain itu, terdapat Lomba Paduan Suara yang berlangsung secara online pada 1–15 Oktober 2026. Tahapan final untuk 10 besar dijadwalkan pada 22 Oktober 2026 di depan Labang Mesem.
Tak berhenti di sana, PCNU Sumenep juga memasukkan Stand Up Comedy Santri dalam rangkaian kegiatan. Tahap online dijadwalkan pada 5–15 Oktober 2026, sedangkan final 10 besar berlangsung pada 23 Oktober 2026 di depan Labang Mesem.
Kehadiran film pendek, cerpen, paduan suara dan stand up comedy menunjukkan bahwa sosok santri dalam peringatan tahun ini juga mendapat ruang untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi.
Apel Hari Santri 2026 di Halaman Kantor Bupati
Tanggal 22 Oktober 2026 menjadi salah satu hari terpenting dalam seluruh rangkaian karena merupakan tanggal resmi peringatan Hari Santri Nasional.
Di Sumenep, Apel Hari Santri 2026 dijadwalkan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumenep.
Agenda ini menjadi bagian utama peringatan nasional sekaligus momentum untuk mengingat kembali kontribusi santri dalam perjalanan bangsa.
Hari Santri memang diperingati setiap 22 Oktober sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat Sumenep akan memiliki dua jenis agenda pada momentum tersebut, yakni kegiatan apel sebagai acara resmi dan rangkaian kegiatan publik lainnya.
Ada Expo Kemandirian Pesantren dan UMKM NU
Salah satu agenda yang menarik perhatian dari rangkaian Hari Santri Sumenep 2026 adalah Pameran Expo Kemandirian Pesantren & UMKM NU.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 22–24 Oktober 2026 di depan Labang Mesem, Kabupaten Sumenep.
Agenda ini memperlihatkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya diarahkan pada kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa isu mengenai pemberdayaan ekonomi.
Pesantren memiliki peran yang semakin luas dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pameran kemandirian pesantren dan UMKM NU dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, usaha dan potensi ekonomi yang berkembang di lingkungan pesantren maupun warga NU.
Bagi masyarakat, expo semacam ini juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat produk-produk lokal serta berbagai bentuk usaha yang dikembangkan oleh komunitas pesantren.
Kirab atau Pawai Hari Santri 2026 Digelar 24 Oktober
Setelah rangkaian apel dan expo, kemeriahan Hari Santri 2026 di Sumenep akan berlanjut pada 24 Oktober 2026.
Panitia menjadwalkan Kirab/Pawai Hari Santri 2026 di kawasan Kota Sumenep.
Agenda ini diprediksi menjadi salah satu kegiatan yang paling mudah menarik perhatian publik karena berlangsung di ruang kota dan memungkinkan keterlibatan banyak peserta.
Kirab Hari Santri juga dapat menjadi ruang ekspresi kebersamaan para santri, pesantren dan masyarakat dalam memperingati momentum nasional tersebut.
Masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan pawai tentunya perlu memperhatikan informasi teknis terbaru dari panitia, terutama berkaitan dengan lokasi dan pengaturan lalu lintas pada hari pelaksanaan.
Ditutup Istighatsah dan Resepsi Hari Santri
Masih pada Sabtu, 24 Oktober 2026, rangkaian Hari Santri 2026 PCNU Sumenep akan ditutup melalui Istighatsah dan Resepsi Hari Santri 2026.
Berdasarkan informasi dalam poster, kegiatan dijadwalkan mulai 19.00 WIB hingga 23.59 WIB dan berlangsung di depan Labang Mesem Sumenep.
Acara tersebut menghadirkan Ning Inayah Wahid.
Penutupan ini sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan yang telah berjalan hampir sebulan penuh sejak awal Oktober.
Dengan format istighatsah dan resepsi, penutupan Hari Santri diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus mempererat silaturahmi berbagai unsur masyarakat.
Jadwal Hari Santri 2026 Sumenep yang Perlu Dicatat
Bagi masyarakat yang sedang mencari jadwal Hari Santri 2026 Sumenep, berikut rangkaian utama yang tercantum dalam poster PCNU Sumenep:
- 1 Oktober: Kick Off Hari Santri 2026 bersama Gus Firjaun di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep.
- 6 Oktober: Santri Bershalawat bersama Gus Kautsar di depan Labang Mesem.
- 17 Oktober: Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) di Aula Al-Ikhlas Kemenag dan MAN Sumenep.
- 18 Oktober: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep.
- 18 Oktober: Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) di Aula Kemenag Sumenep.
- 1–22 Oktober: Lomba Film Pendek Santri dan Cerpen Santri secara online.
- 1–15 Oktober: Lomba Paduan Suara secara online, kemudian final 10 besar pada 22 Oktober.
- 5–15 Oktober: Stand Up Comedy Santri secara online, kemudian final 10 besar pada 23 Oktober.
- 22 Oktober: Apel Hari Santri 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep.
- 22–24 Oktober: Pameran Expo Kemandirian Pesantren & UMKM NU di depan Labang Mesem.
- 24 Oktober: Kirab/Pawai Hari Santri 2026 di Kota Sumenep.
- 24 Oktober malam: Istighatsah dan Resepsi Hari Santri 2026 bersama Ning Inayah Wahid di depan Labang Mesem Sumenep.
Rangkaian utama tersebut juga dikonfirmasi oleh pemberitaan resmi PCNU Sumenep mengenai pelaksanaan Hari Santri 2026.
Hari Santri Sumenep 2026 Tak Sekadar Seremonial
Melihat banyaknya agenda yang disiapkan, Hari Santri 2026 di Sumenep tampaknya diarahkan menjadi perayaan yang menyentuh berbagai sisi kehidupan santri.
Ada aspek keagamaan melalui shalawat, MTQ, MHQ dan istighatsah. Ada pula aspek pendidikan melalui MQK. Sementara kreativitas santri mendapatkan ruang melalui film pendek, cerpen, paduan suara dan stand up comedy.
Di sisi lain, kehadiran expo kemandirian pesantren dan UMKM NU memperlihatkan adanya perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi.
Konsep tersebut membuat peringatan Hari Santri terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Santri tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari tradisi pesantren, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki kemampuan intelektual, kreatif dan berpotensi berkontribusi dalam kehidupan sosial serta ekonomi.
PCNU Sumenep sendiri menyebut rangkaian Hari Santri 2026 sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan pengabdian.
Bagi masyarakat Sumenep, Oktober 2026 pun bakal menjadi bulan yang cukup semarak. Dari panggung shalawat, kompetisi keilmuan, lomba kreativitas, expo ekonomi hingga kirab dan resepsi, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menyambut Hari Santri Nasional 2026.
Jadi, bukan hanya pawai pada 24 Oktober, masyarakat sudah dapat mencatat sejumlah agenda sejak 1 Oktober. Puncaknya akan berlangsung pada pekan terakhir Oktober dengan apel, expo, kirab serta resepsi Hari Santri di kawasan Kota Sumenep.
Catatan: jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan dapat mengalami penyesuaian. Informasi terbaru sebaiknya mengikuti publikasi resmi PCNU Sumenep.

